Rafting dan Pelatihan Water Rescue UKM MAPAPY

Kegiatan Rafting dan Pelatihan Water Rescue dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Maret 2019 yang bertujuan sebagai sarana  pendidikan bagi anggota UKM MAPAPY berupa latihan dayung dan pelatihan penyelamatan korban laka air. Rafting merupakan salah satu kegiatan outdoor yang memanfaatkan air sebagai wahana kegiatannya. Sebelum melakukan kegiatan lapangan, pada hari Sabtu 9 Maret 2019 pukul 14.30 WIB telah dilaksanakan materi ruang yang bertempat di Ruang Garuda 1. Materi ruang dihadiri oleh Bapak Budhy Ermawan, S.Kp, M.Sc selaku Pembina MAPAPY, Perwakilan BEM, serta 22 anggota MAPAPY sebagai peserta.

Pada materi ruang diberikan penjelasan seputar sungai, rafting dan teknik dasarnya, serta materi water rescue beserta tips menghadapinya saat dilapangan. Setelah materi ruang selesai peserta kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke Magelang letak basecamp rafting Rapid Volcano.

Minggu, 10 Maret 2018  pukul 06.00 WIB peserta memulai hari dengan kegiatan fisik kemudian dilanjutkan dengan sarapan. Latihan lapangan dilaksanakan pukul 08.00 WIB, peserta melakukan pendataan alat yang akan dibawa kemudian meletakkan perahu di atas kendaraan dan seluruh peralatan ke dalam kendaraan. Sampai di tempat start Sungai Elo seluruh peralatan dibawa turun ke bibir sungai kemudian mengecek kondisi perahu.

Latihan dayung kering mengawali kegiatan latihan lapangan di sungai. Trip pertama rafting merupakan fun rafting dengan disisipkan beberapa materi tambahan. Trip pertama berakhir sekitar pukul 11.30 WIB, kemudian  peserta kembali ke basecamp untuk istirahat dan melaksanakan ibadah serta makan siang. Setelah selesai kegiatan istirahat, trip kedua dimulai pukul 13.30 WIB di sungai yang sama yaitu sungai Elo. Peserta dibagi beberapa kelompok, satu diantaranya adalah kelompok rescue yang bertugas melakukan penyelamatan ketika melakukan praktik.

Materi  yang dipraktikkan peserta adalah flip flop, berbagai jenis dayung, dan yang terakhir adalah renang jeram. Renang jeram adalah kemampuan utama yang perlu dimiliki ketika berkegiatan di air. Dalam renang jeram kaki harus dikayuh agar mengetahui rintangan didepan dan yang slogan yang harus diingat adalah “Takut boleh panik jangan” karena jika sudah panik maka sangat sulit untuk melakukan langkah penyelamatan yang benar. Trip kedua berakhir pukul 17.30 WIB, peserta langsung kembali ke basecamp untuk membersihkan diri dan makan malam. Kegiatan rafting dan pelatihan water rescue diakhiri dengan makan malam dan evaluasi.

*****