Forum Komunikasi Mahasiswa – Badan Legislatif Mahasiswa 2019

Forum Komunikasi Mahasiswa atau yang selanjutnya disebut dengan Forkom adalah salah satu program kerja dari Badan Legislatif Mahasiswa, khususnya dari Komisi A yang membidangi legislasi. Forkom dilaksanakan selama enam bulan sekali atau dua kali dalam satu periode jabatan. Pada kesempatan ini, Forkom Periode Maret 2019, dilaksanakan di Auditorium Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, pada hari Jum’at Wage, 15 Maret 2019. Acara yang diketuai oleh saudari Sukma Kusuma Dewi yang merupakan mahasiswa sarjana terapan Jurusan Analis Kesehatan semester dua, diikuti oleh sebanyak tujuh puluh tiga peserta, yang meliputi perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Himpunan Mahasiswa Program Studi dan juga perakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa. Forkom periode ini bertemakan mewujudkan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang unggul, berbudaya mendunia Badan Legislatif Mahasiswa mengajak segenap keluarga besar Organisasi Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas dan kuantittas Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sebagai Poltekkes nomor satu dalam lingkup nasional.

Acara ini, dibuka pada pukul 13.00 WIB untuk registrasi peserta dan acara dimulai pada pukul 13.15 WIB yang dipandu oleh Aghniya Misti Mufidah mahasiswa Sarjana Terapan Jurusan Kebidanan semester empat. Setelah acara dibuka dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Elsa Rachman dan pembacaan visi dan misi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Selanjutnya adalah laporan ketua panitia dan kemudian ada sambutan dari Bapak Joko Susilo, SKM, M. Kes selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang menyampaikan tentang klasterisasi Polkesyo sebagai Poltekkes nomor satu di tingkat nasional.

Selanjutnya acara dialihakn ke moderator Sholeh dan juga Mella untuk memulai acara inti dibuka dengan diskusi tagline Polkesyo yaitu Unggul, Berbudaya Mendunia ditanggapi oleh bapak Yanuar yaitu negara sudah punya aturan dimana lembaga sudah diatur. Unggul dalam konteks keilmuan terapan kesehatan ditingkat vokasi, kesehatan yang lebih perpihak ke komunitas. Berbudaya yaitu bagaimana penerapan kearifan lokal. Mengembangkan bineka tunggal ika dan beragam suku yang ada untuk memunculkan karakter. Mendunia yaitu akreditasi ditingkat nasional dapat dimulai ditingkat asean, dimulai dari ormawanya, dari civitas akademinya. Diskusi selanjutnya yaitu tentang penyaluran minat dan bakat mahasiswa Polkesyo yang ditanggapi oleh ibu Eko yaitu penyaluran minat bakal di Polkesyo dapat diwujudkan melalui UKM tinggal bagaimana kepercayaan diri dari majhasiswa muncul sehingga dapat menyalurkan bakat ke UKM.

Pembahasan selanjutnya yaitu tentang klasterisasi tingkat pelayanan kinerja mahasiswa yang mendapat nomor 12 seindonesia mendapat tanggapan dari ibu yuni selaku dosen Jurusan Kebidanan yaitu dulu kinerja mahasiswa atau kemahasiswaan tidak begitu dilirik oleh kementrian sehingga kegiatan kemahasiswaan tidak terakomodir dengan baik. Yang terakhir yaitu membahas tentang asrama yang ditanggapi oleh bapak Yanuar yaitu pendidikan karakter bisa dimulai dari asrama, dilihat dari teman teman mahasiswa wajib asrama, namun banyak mahasiswa yang menolak untuk asrama. Karena mahasiswa menginginkan kebebasan yang luas sebagai remaja. Sebenarnya waktu di asrama, mahasiswa banyak berinteraksi. Hal ini membuat pola hidup menjadi teratur. Karena biasanya di rumah tidak ada aturan untuk di taati. Kualitas orang ditentukan dari keputusan. Jika keputusan itu benar, maka individu tersebut akan menjadi baik. Karakter ditentukan dari keputusan yang baik. Kita itu seperti kertas putih. Mahasiswa harus banyak memanfaatkan panggung – panggung yang ada untuk menyampaiakan bakat. Salah tidak jadi masalah. Bagaimana cara belajar dari kesalahan yang salah agar menjadi baik. Apabila biasa dengan tekanan dan waktu yang tidak mengenakan bisa melatih kita menjadi seorang yang disiplin. Acara Forkom diakhiri dengan diskusi tersebut dan ditutup pada pukul 16.05 WIB.

******