Seminar Nasional Strategi Diagnosis Covid -19 Himpunan Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Jurusan Analis Kesehatan POLKESYO

Sabtu Pon, 13 Maret 2021, bertempat di Kampus III Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Jurusan Analis Kesehatan POLKESYO menyelenggarakan “Seminar Nasional Strategi Diagnosis Covid -19”. Kegiatan seminar dimulai dari pukul 08.00 WIB.

Seminar diisi oleh 2 pemateri yang masing-masing terbagi menjadi 2 sesi. Pemateri pertama dari Anggota Bidang Pendidikan & Pengembangan SDM DPW PATELKI D. I. YOGYAKARTA  Oleh Ibu Siti Nuryani, S.Si., M.Sc. Sesi pertama disampaikan materi  Pencapaian kompetensi Lulusan  ATLM di Masa Pandemi covid-19. Beliau menyampaikan,  Pencapaian kompetensi Lulusan  ATLM di Masa Pandemi Harus tetap dijaga kesatabilannya. Seorang Tenaga Kesehatan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku yg  di atur dalam UU RI., diantaranya UU RI.NO. 36 Tahun 2009 : KESEHATAN  yang terdapat dalam  pasal 22 BAB V tentang sumber daya di bidang kesehatan, UU RI. NO. 36 Tahun 2014 Tentang tenaga Kesehatan, dimana seorang tenanga kesehatan dalam bekerja tidak mementingkan materi tetapi seorang tenaga kesehatan harus sisap mengabdikan diri. Seorang tenaga kesehatan minimal D-III (pasal 9),Tenaga di bidang kesehatan: tnaga kesehatan dan asisten(pasal 8),Pengadaan : melalui perguruan tinggibidang kesehatan sesuai dengan Standat Nasional PT, Tenaga kesehatan harus memiliki mutu, Seorang tenaga kesehatan harus menyelesaikan akhir masa pendidikan vokasi dan profesi,UKOMNAS(Kompetensi lulusan),Sertifikat kompetensi, DAN STR.Semua yang harus diselesaikan oleh seorang tenaga ATLM langkahnya sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan, di dalam UU ini semua yang dilakukan tenanga kesehatan muali dari tahap pelaksanaan registrasi sampai tahap akhir semuanya telah diatur dan dijelaskan.Seorang tenaga ATLM harus memiliki kompetensi(kemampuan) baik Knowledge,Skill, dan Attitude(etika profesi). Tidak hanya itu seorang ATLM harus mempunyai Profesional yang luhur.Kep. Munas PATELKI Tahun 2017 didalamnnya mengatur Kewajiban tehadap profesi,Menjaga sopan santun,Kewajiban tehadap diri sendiri,Kewajiban terhadap masyarakat,Kewajiban terhadap pasien,Kewajiban terhadap profesi lain, Kewajiban terhadap temn sejawat, serta sanksi-sanksi untuk seorang ATLM jika melakukan sebuah pelanggaran.Standar kompetensi seorang ATLM Bidang Teknologi Laboratorium Medik juga diatur di dalam Kepmenkes NO.170/2018.Ruang Linkup ATLM diatur dalam  Permenkes No.42 tahun 2015.Pencapaian Kompetensi ATLM :Tri Dharma Perguruan Tinggi  yang harus dicapai diantaranya; Pendidikan  dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat.

Setelah sesi materi yang disampaikan Ibu Siti Nuryani, S.Si., M.Sc. kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan.

Kegiatan selanjutnya penyampaian pemateri kedua dari Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUP dr. Sardjito oleh dr. Yunika Puspadewi,M.Sc., Sp.PK. Sesi pertama disampaikan materi Kupas Tuntas Pemeriksaan COVID-19. Beliau meyampaikan, Pemeriksaan Covid-19 mencakup penanganan sampel, pemeriksaan laboratorium dan laboratory biosafety guidance. Spesimen yang digunakan dalam pemeriksaan Covid-19 antara lain saluran nafas atas (kombinasi swab nasofaring dan orofaring dengan sensitivitas tinggi) untuk penderita pada masa akut khusunya tanpa gejala dan ringan sedangkan saluran nafas bawah (swab sal nafas dan klinis) direkomendasikan pada pasien. Spesimen lain yang dapat digunakan, yaitu feses, spesimen post mortem dan serum. Pengepakan sampel dilakukan dengan prinsip triple layer. Pada layer pertama dilapisi oleh material yang dapat menyerap (absorbent packaging material) contohnya tisu. Pada layer kedua dilapisi bahan anti air (non-rigid leakproof), contohnya plastik. Spesimen diletakkan pada wadah yang tidak bocor (leakproof primary receptacle). Kemudian disatukan dalam box UN3373 yang diberi es. Pengiriman spesimen dilakukan dengan cara door to door atau port to port. Pemeriksaan Covid-19 dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu deteksi molekuler-NAAT, deteksi antibodi dan deteksi antigen. Terdapat kekurangan dan kelemahan pada masing-masing pemeriksaan. Pemilihan cara yang digunakan untuk mendiagnosis memerlukan pertimbangan. Hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan metode untuk pemeriksaan laboratorium adalah kondisi sebaran covid di negara/ area tersebut, tujuan pemeriksaan, jumlah sampel, jenis sampel, waktu pengambilan, fasilitas lab dan kapasitas SDM serta logistik. Hal yang tak kalah penting dalam penegakan pemeriksaan Covid-19 adalah panduan keselamatan laboratorium (laboratory safety guidance). Berikut yang perlu diperhatikan adalah penilaian risiko pada semua tahap proses pemeriksaan, penggunaan desinfektan, penggunaan APD dan pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan dilakukan oleh petugas terlatih dalam pengawasan protokol yang ketat, pemeriksaan laboratorium Non-propagative (sequencing, NAAT) pada fasilitas BSL-2, pemeriksaan laboratorium Propagative (virus culture, neutralization assays) pada fasilitas BSL-3 dan proses awal (sebelum inaktivasi) pada BSC kelas 2. Pemeriksaan Covid-19 menggunakan POC & Ag-RDTs dapat dikerjakan tanpa BSC dengan syarat permukaan dilapisi large paper towel, dalam ruang dengan ventilasi baik, menggunakan APD yang sesuai standar, petugas terlatih dan tidak tergesa-gesa.

Setelah sesi materi yang disampaikan oleh dr. Sardjito oleh dr. Yunika Puspadewi,M.Sc., Sp.PK.  kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan.